Hindayani Blog - Kumpulan Soal, Share Pengalaman Kerja

Haruskah Menunggu Jadi Presiden seperti Pak Habibie Baru Bisa Mengarang Sebuah Buku?

Diperbarui terakhir: 16 Juli, 2014


Haruskah Menunggu Jadi Presiden seperti Pak Habibie Baru Bisa Mengarang Sebuah Buku? – Saat bermain dan berkunjung ke toko buku, pemandangan yang pertama kali akan dilihat adalah buku-buku laris dan terbaru. Buku-buku ini bisa berupa buku fiksi maupun non fiksi. Nah, yang saya perhatikan adalah buku tentang tokoh dan motivasi, selain buku-buku fiksi yang memang selalu menjadi buku favorit saya. Banyak sekali buku tentang tokoh yang menghiasi deretan buku laris di toko buku tersebut. Kebanyakan buku itu dikemas dalam bentuk novel dan ditulis langsung oleh sang tokoh untuk membagi pengalaman suksesnya. Tak sedikit buku yang menampilkan tokoh tersebut di sampul depan buku.

Tokoh sukses yang menginspirasi

Buku tentang kisah sukses yang sukses menginspirasi

Iwan Setyawan dengan 9 Summers 10 Autumns-nya

Siapa yang tidak kenal dengan Iwan Setyawan? Pengarang buku 9  Summers 10 Autumns ini telah berhasil menjadi salah seorang inspirator di negeri ini. Keberhasilannya melalangbuana di Negeri Amerika dengan posisi tinggi di sebuah perusahaan survey menjadikannya berhak untuk menulis kisah hidupnya yang berkebalikan. Berasal dari bawah lalu menapak dan menjejak hingga mencapai kesuksesan. Ibaratnya, masa kecil yang dia habiskan di kaki bukit panderman Batu Malang berakhir di puncak pegunungan Rocky Amerika. Saya pribadi merasa kagum dengan perjuangan beliau yang saya tahu dari rangkaian katanya di buku tersebut. Bahkan, cerita ini juga diabadikan dalam sebuah film dengan judul yang sama dengan judul bukunya. Film ini dibintangi oleh Ihsan Idol.

Chairul Tanjung dengan Buku Si Anak Singkong

Kesuksesan CT sapaan akrab Chairul Tanjung dalam mendirikan dan men-drive ribuan karyawan di Transcorp menjadi cermin yang nyata dan semangat baru bagi para enterprenuer muda. Kisah yang diabadikan dalam sebuah buku tebal dengan gambar CT besar sebagai sampulnya ini mampu memberikan semangat dan motivasi baru bagi para pembacanya.

Andrea Hirata dengan Trilogi Laskar Pelangi

Kisah sukses penulis yang satu ini bisa menjadi inspirasi bagi seluruh penulis di manapun berada. Berawal dari sebuah sekolah reot berjumlah sepuluh siswa, hingga dia berhasil mendapat beasiswa kuliah di luar negeri. Sekarang, Andrea Hirata telah menjadi penulis dengan penghasilan tertinggi di Indonesia karena triloginya yang sudah dialihbahasakan. Sungguh Inspiratif!

Habibie dengan Kisah Cintanya Bersama Bu Ainun

Sebuah kisah cinta sederhana yang begitu kental, erat, dan seperti tak terpisahkan bahkan oleh kematian. Inilah kisah romantis seorang presiden yang berhasil diukir dan diabadikan lewat buku, puisi, film dan lagu-lagu nan dramatis. Lewat bukunya Habibie dan Ainun, Pak Habibie berkisah tentang terjalnya kehidupan dan betapa tidak mudahnya meraih kesuksesan, dan semua itu beliau hadapi bersama istri tercinta. Beliau juga memberikan pesan moral yang benar-benar klik dan realistis lewat bukunya ini. Pernah saya berkesempatan mendengarkan Pak Habibie membacakan puisi-nya untuk sang istri di sebuah seminar. Suara beliau bergetar sejak membacakan judul puisi tersebut, sebuah ungkapan cinta yang tidak pernah bisa terganti. Dan saya pun seolah tersihir dan ikut meneteskan air mata karena puisi tersebut.

Masih banyak kisah-kisah menarik dan inspiratif yang telah dibukukan dan mampu mengajak serta menjadi motivasi bagi para pembaca. Lalu saya?

Saya dan Mimpi Sukses Saya

Pertanyaan terbesar dalam benak saya adalah, apa saya harus menunggu menjadi presiden dulu baru boleh menulis buku? Atau harus menunggu menjadi direktur di Nielsen dulu baru diizinkan untuk membagi kisah inspiratif? Lalu sampai di mana sejatinya kisah itu bisa digolongkan inspiratif? Di mana batasan inspiratif dan kesuksesan seseorang?

Saya, mencoba menarik benang merah. Jika boleh, saya ingin menuliskan mimpi sukses saya dulu. Apakah boleh? Lalu, jika saya tanyakan kepada anda (lebih kepada saya sendiri), apa sukses terbesar anda hingga saat ini? Lalu peran apa yang sudah anda berikan untuk bangsa ini? Saya malu untuk menjawabnya dengan diam.

Saya sebenarnya sudah sukses dan sudah berperan, hamdalah. Di mana ukuran kesuksesan untuk saya selanjutnya? Itulah pertanyaan baru.

Leave a Reply