Hindayani Blog - Kumpulan Soal, Share Pengalaman Kerja

Pengalaman Mengikuti CPNS 2018

Diperbarui terakhir: 19 Desember, 2018

Pengalaman merupakan guru yang paling berharga. Dan itu saya rasakan saat mengikuti seleksi CPNS (ASN) tahun ini.

Saya tidak pernah memiliki niat mengikuti CPNS. Namun tahun ini saya ingin mencobanya. Saya memang gagal. Tapi bukankah kegagalan tidak boleh menghentikan kisah saya?

Demi bisa lulus banyak hal yang saya lakukan, mulai dari persiapan hingga perjuangan saat hendak tes. Terlebih saat ini saya masih menyusui dan anak saya susah sekali ditinggal. Kalau Anda seorang ibu, pasti mengerti maksud saya.

Maka cerita ini saya mulai dari persiapan. Yaitu saat pengumpulan informasi dan belajar.

Persiapan dan tes CPNS 2018-pengalaman pribadi

Pengalaman ikut seleksi CPNS ASN 2018

Informasi

Tahap informasi bisa dilalui dengan mudah karena berita kini sudah bisa diakses dengan cepat. Saya mengumpulkan informasi dari berita ter-update tentang seleksi dan mengunjungi langsung website dan twitter BKN. Intinya asal tidak malas baca, kita tidak akan tertinggal informasi.

Belajar

Tahapan belajar dimulai dengan membeli buku secara online dan offline. Dalam bentuk hardcopy dan softcopy agar lebih murah. Saya mulai perjuangan ini sebelum jadwal pendaftaran diumumkan. Karena saya menyadari sebagai seorang ibu rumah tangga yang masih menyusui waktu saya akan lebih banyak untuk anak. Mendapatkan waktu untuk belajar perlu perjuangan.

Manajemen waktu merupakan satu kebutuhan krusial buat saya jika ingin lolos.

Mengatur waktu ternyata tak semudah yang saya bayangkan. Ada banyak kejadian tak terduga dan itu membuat waktu belajar jadi tidak teratur. Bahkan kadang dalam seminggu saya tidak belajar sama sekali.

Tapi itu tak menghentikan niat saya untuk mendaftar.

Saya mulai belajar materi yang menurut saya paling sulit, yaitu TWK. Ini merupakan momok. Sebab dari dulu saya lemah di hafalan, khususnya sejarah. Dengan buku panduan yang saya miliki, belajar TWK menjadi lebih terarah. Tak hanya membaca dan mengerjakan soal, saya juga membuat catatan/ringkasan yang saya tulis pakai bahasa saya sendiri.

Saya membuat ringkasan kisah kemerdekaan Indonesia yang penuh perjuangan. Mulai dari BPUPKI, PPKI, dll. Ringkasan ini membuat saya lebih mudah belajar.

Dengan bantuan suami (diceritai โ€“ audio), belajar TWK juga jauh lebih mudah.

Ternyata saking banyaknya materi TWK, saya tidak bisa mempelajari semuanya hingga saat jadwal pendaftaran dan tes diumumkan.

Singkat cerita, saya baru benar-benar belajar secara intens 2 minggu sebelum ujian. Selain belajar TWK, saya juga mencoba simulasi di buku panduan dan aplikasi CAT. Saya juga lebih mengkhususkan belajar TKP. Selain karena memiliki passing grade tertinggi, dari berita yang saya baca waktu itu banyak pelamar yang tidak lolos di TKP.

Mendaftar

2 - Pengalaman Mengikuti CPNS 2018

Saat mendaftar, saya dibantu oleh suami. Jadi, bagian ini bisa saya skip.

Tes

Singkat cerita, akhirnya waktu tes tiba. Saya sudah berusaha dan hari itu tinggal berpasrah pada Allah atas apapun hasilnya nanti.

And here we go!

TWK adalah soal yang muncul pertama kali di layar. Dan semuanya berbeda jauh dengan apa yang saya pelajari di buku yang saya beli.

Kisah perjuangan melawan penjajah tak ada satupun yang keluar. Soal yang saya lihat di layar saat itu lebih banyak tentang sikap berpancasila. Ada satu dua soal tentang sejarah namun itu juga tidak ada di buku. Yang pasti semuanya berbeda.

Bahkan, soalnya juga menyangkut tentang politik dan hal-hal ter-update saat ini. Satu soal yang sangat membekas di otak saya adalah tentang Palestina.

Inti dari TWK adalah bagaimana wawasan kita tentang bangsa ini, tentang Indonesia kemarin, hari ini, dan sikap kita untuk membawa Indonesia di masa yang akan datang.

Ciri soal TWK:

  1. Soal cenderung ditulis dengan kalimat panjang
  2. Pilihan jawaban juga kalimatnya panjang
  3. Perlu dibaca dua kali untuk memahami maksud soal

Untuk TWK ini saya mendapatkan skor 120 saat itu.

TIU dan TKP – Saya terlalu berfokus di TWK (yang paling saya takuti) hingga lupa bahwa waktu terus berjalan. Saya menghabiskan lebih dari separuh waktu saya di TWK (sekitar 52 menit dari 90 menit waktu yang disediakan). Artinya, saya hanya memiliki 38 menit untuk mengerjakan TKP dan TIU.

Akhirnya setelah mengerjakan dua tiga soal TIU, saya mantapkan hati saya untuk memulai mengerjakan soal TKP 66-100.

Ciri soal TKP:

  1. Kalimat soal sangat panjang
  2. Pilihan jawaban sangat mirip dan perlu dicerna
  3. Inti soal sesuai dengan kisi-kisi yang diberikan oleh BKN

Cara saya menjawab soal TKP adalah dengan membaca dan memilih dengan cepat. Jujur sesuai dengan apa yang ada di benak saya.

Kemudian saya baru beralih kembali ke TIU dengan sisa waktu kurang dari 18 menit. Kondisi mental saya benar-benar diuji.

Wah, waktu tinggal sedikit. Bismillah TIU bisa selesai.

Saya mengerjakan dengan cepat soal-soal TIU.

Karena kita hanya dihadapkan pada satu layar. Maka untuk soal-soal cerita juga hanya untuk satu soal saja. Misalnya, soal analisa urutan, ceritanya panjang namun hanya untuk satu soal. Beda sekali dengan yang ada di buku. Satu cerita bisa untuk 5 soal sekaligus.

Artinya, jika ada soal seperti ini sebanyak 5, ada 5 cerita juga yang harus dicari logikanya. Bukankah ini memakan waktu?

-hal sama untuk soal bahasa indonesia (paragraf)-

Tips mengerjakan TIU:

  1. Perbanyak latihan soal
  2. Teliti
  3. Temukan polanya dengan cepat

Ketelitian dalam mengerjakan TIU sangat penting, ini pengalaman pribadi. Saya hampir saja salah menjawab satu soal karena salah membaca soal. Pokoknya, meski dalam kondisi terburu-buru, kita harus tetap tenang. Tarik nafas dalam, baca ย dengan cermat.

Juga ada soal TIU yang tidak memiliki jawaban. Maksudnya, tidak ada pilihan jawaban yang benar. Saya kehabisan waktu saat mengerjakan TIU justru karena soal seperti ini. Saya sudah yakin dengan hitungan saya namun tidak ada jawaban yang tersedia. Saya harus mengulang dua tiga kali dan menentukan pilihan jawaban.

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa menyelesaikan soal TIU dengan baik. Berakhir dengan skor 110.

Sementara untuk TKP, saya mendapat skor 139 dari skor 143 yang harusnya saya capai hari itu.

Kurang 4 saja, nyaris.

Tapi lebih banyak yang lebih nyaris lagi, kurang 1 poin. Iya, kan? ๐Ÿ˜€

Yang menarik, saya tidak menyesal dengan hasil ini karena saya jujur saat menjawab soal TKP.

Hasil

Pengalaman Mengikuti CPNS 2018

Saya sudah berpasrah meski pada saat itu gencar terdengar kabar bahwa passing grade akan direvisi, diganti ke perangkingan.

Dan saat kabar perangkingan masih simpang siur, hasil SKD keluar.

Saya unduh dan olah sendiri khusus untuk formasi yang saya lamar. Hasilnya, 12 orang yang lulus sesuai dengan passing grade yang ditetapkan pemerintah (TWK 75, TIU 80, TKP 143). Dan karena hanya 3 orang yang akan dipanggil SKB, artinya saya sudah jelas tidak lolos seleksi SKD CPNS 2018.

Tak perlu lagi menunggu pengumuman kelulusan yang masih lama. Sudah tidak dag dig dug juga.

Semoga lain waktu bisa mencoba lagi!

Pelajaran yang saya dapatkan dari seleksi ini sangat banyak. Mulai dari manajemen waktu, tetap tenang dalam kondisi terdesak, dan lain-lain. Harapan saya sederhana, saya tidak lupa materi sejarah tentang perjuangan Indonesia. Karena ternyata materi ini mampu meningkatkan rasa nasionalisme.

Share on:

Gimana Paham? Jawab di komentar yuk, biar saya tahu pendapat kalian!