Hindayani Blog - Kumpulan Soal, Share Pengalaman Kerja

Recommended!!! Comic 8: Sebuah Film Action yang Berisi Kritik dalam Balutan Komedi

Diperbarui terakhir: 28 Oktober, 2014


Recommended!!! Comic 8: Sebuah Film Action yang Berisi Kritik dalam Balutan Komedi – Film dari delapan komik jebolan sebuah acara stand up comedy di salah satu stasiun televisi swasta nasional hari ini resmi diputar untuk pertama kalinya di seluruh bioskop di tanah air. Momen ini sudah sangat saya tunggu karena memang saya penggemar stand up comedy. Selain sinopsis cerita yang menarik yang sering saya baca di media online, saya memang tidak sabar menonton para komikus beradu akting dalam sebuah film. And yes, ternyata bukan hanya saya saja yang penasaran. Kursi bioskop hari ini penuh, bahkan saya yang datang satu jam setengah sebelum penayangan harus rela mendapatkan kursi di baris F, itu pun kursi terakhir di baris ini. Artinya, orang-orang yang datang setelah saya harus rela mendapat jatah kursi depan yang menurut saya kurang nyaman karena terlalu dekat dengan layar.

Comic 8 Film Recomended

Comic 8, Menghibur dan Menginspirasi

Saatnya film dimulai, film ini mengisahkan tentang delapan orang dengan background yang berbeda bertemu saat sama-sama merampok sebuah bank. Mereka terbagi dalam tiga kelompok yang berbeda. Pertama, The Amateurs yang digawangi oleh Fico the Hug, Babe, dan Bintang The Mustard Mind. Kedua, The Gangsters yang beranggotakan Ernest The Accountant, Kemal The Camel, dan Ari The Black Shadow. Terakhir adalah Mudy The Wise dengan Mongol The Mungil yang tergabung dalam The Freaks. Semua julukan yang melekat pada nama mereka menunjukkan sifat yang mereka perankan, kecuali Kemal tentunya.

Awal kisah, ketiga kelompok ini sama-sama merencanakan untuk merampok sebuah Bank INI (Indonesia Netherland Incorporated) yang bangunannya merupakan bekas bangunan Belanda. The Amateurs tampil duluan tanpa persiapan, bahkan hanya dengan menggunakan senjata palsu berupa pistol air. Pada saat akan melakukan aksinya, datanglah The Freaks yang memang sudah sangat terbiasa merampok. Suara tembakan pun mulai terdengar. Di tengah-tengah keheningan, datanglah  Mudy The Wise mengecoh The Freaks yang sedang merampok. Mudy dan Mongol memang mempunyai misi untuk merampok para perampok lalu memberikannya kepada panti asuhan. Semua adegan rampok merampok ini dibungkus rapi dengan guyonan ala stand up comedian yang mengundang tawa keras penonton satu bioskop.

Cerita pun berlanjut, dari baku tembak dengan polisi cantik Nirina Zubir, aksi penyanderaan seorang teller seksi Nikita Mirzani hingga datangnya seorang dokter rumah sakit jiwa yang diperankan oleh Panji yang mengaku kehilangan pasien. Semuanya Oke punya.

Karena merasa semakin tersudut, ketiga kelompok tersebut akhirnya memutuskan untuk bersatu dan merampok bank INI bersama-sama. Adalah Indro Warkop yang menjadi pemersatu mereka. Bagaimana Indro menyatukan mereka? Dengan mengusulkan mereka menjadi sebuah geng baru bernama MPR atau DPR yang artinya Majelis Permusyawaratan Rampok atau Dewan Perwakilan Rampok. Karena merampok bersama-sama, nyatanya bisa memperkecil tingkat gagal dan akan lebih aman. Saya jadi ingat korupsi, semakin banyak yang melakukan dan terjun langsung, maka korupsi akan semakin sulit diungkap dan tingkat keberhasilannya akan meningkat 10 kali lipat. Sebuah pelajaran untuk negeri ini.

Klimaks dari film ini adalah ketika terjadi penembakan salah satu sandera (Candil) hingga keberhasilan dalam membobol brankas Bank dan membawanya lari. Pokoknya seru abis!!! Dari sekian banyak adegan heroic, lucu dan membuat terpingkal-pingkal, hanya satu yang penulis sayangkan, yaitu adegan yang cukup hot yang masih masuk dalam film yang dikategorikan remaja. Adegan siapa itu?

Terakhir, film aksi yang berbalut komedi ini saya rekomendasikan untuk ditonton oleh anda yang sudah dewasa karena semua orang yang bermain di sini termasuk Agus Kuncoro, Laila Sari, dan Candil yang belum pernah melawak bisa membuat kita tertawa lebar dan berpikir sejenak mengenai kondisi Negara ini. Termasuk juga menambahkan kesan Nasionalisme yang mendalam. Ide-ide sederhana yang dimunculkan di film ini juga pantas mendapatkan 2 jempol. Sebagai kejutan, film ini menyimpan serentetan kejadian asli yang diberi nama The Truth di bagian akhir sebagai antiklimaks. Apakah itu? Mari antri tiket comic 8 di bioskop terdekat.

Yang pasti menurut saya, film ini memang layak ditonton, menghibur dan mampu menginspirasi.

Salam,

Hindayani

Leave a Reply