Hindayani Blog - Kumpulan Soal, Share Pengalaman Kerja

Review Film The Wolf of Wall Street: Kisah Nyata dengan Dialog yang Menjual

Diperbarui terakhir: 28 Oktober, 2014


Review Film The Wolf of Wall Street: Kisah Nyata dengan Dialog yang MenjualBeberapa hari yang lalu saya menghabiskan 3 jam waktu luang saya untuk menonton The Wolf of Wall Street. Maka dari itu, setelah saya menulis review tentang comic 8, saya ingin membagi pengalaman saya setelah menonton film ini. Saya merasa perlu menonton film ini; pertama karena saya sekarang bekerja di perusahaan asuransi, yang tentu saja butuh tahu tentang cara membaca pasar saham. Kedua, karena posisi saya juga sebagai tenaga penjual, saya pikir The Wolf of Wall street akan menambah khasanah pengetahuan saya tentang investasi serta sejarahnya. Alasan terakhir, karena saya penasaran dengan ceritanya, hingga Leonardo Dicaprio mau menjadi tokoh utamanya. Setahu saya, aktor satu ini selalu memilih karakter-karakter unik untuk dimainkan.

The Wolf of Wall Street

Review The Wolf of Wall Street

Perjuangan dalam bisnis dan keluarga

Film ini dimulai dengan adegan-adegan perjuangan Jordan Belfort (yang diperankan oleh Leonardo) dalam mencari pekerjaan. Dia merintis karirnya di perusahaan pialang sebagai staf yang kurang diperhitungkan. Hingga akhirnya dia harus rela kehilangan pekerjaan tersebut karena pasar saham sedang anjlok. Tapi ketertarikannya dengan dunia perbrokeran tidak berhenti. Dia yakin bahwa dia bisa menjadi orang sukses dengan menjadi salah satu bagian dari bisnis ini.

Sebuah pilihan harus dibuat, dan hari itu sang istri tetap mendukungnya untuk menjalani profesi broker di salah satu perusahaan kecil yang justru memberikan komisi besar kepadanya. Dia pun datang dan akhirnya sukses di sana. Dengan perjuangan keras dan bakat menjual yang dia miliki, Jordan bahkan mampu mendirikan sebuah perusahaan pialang ditemani temannya yang bernama Donnie.

Sayangnya, mulusnya bisnis yang dia jalankan tak semulus kehidupan keluarganya.

Dialog yang menjual

Dari sekian banyak alur maju mundur yang dibuat dalam film ini, yang paling membuat saya takjub adalah dialog si Jordan. Dialog ini memang benar-benar menjual dan bisa ditiru oleh semua marketing atau sales di dunia ini. Jika biasanya saya membaca buku tentang marketing dan isinya tak lebih adalah motivasi menjual dengan gaya-gaya tertentu, lewat The wolf of wall street ini saya mempelajari secara praktis cara menjual. Ide-ide segar dalam dialog menjual pun muncul seketika.

Dialog kedua yang menarik adalah cara Jordan dalam menyemangati dan memainkan perasaan anak buahnya dengan kata-kata. Di film ini, selain anda dapat mengerti bagaimana caranya menjadi pemimpin, anda juga mengerti caranya memegang hati anak buah anda dan membuat mereka manut tanpa syarat. Selain bisa menunjukkan cara untuk kaya kepada anda (penting?).

Skenario lain yang menarik adalah gaya bercerita Jordan yang bergaya resmi namun tetap renyah ketika didengarkan. Meski sekali dua kali itu terasa membosankan, karena durasi yang memang sangat panjang. Tetapi naik turunnya kehidupan Jordan dalam film ini bisa memberikan warna lain, hingga kebosanan itu hanya datang sesaat saja.

Ending yang tidak terduga

Setelah melalui banyak cobaan setelah sukses, Wolfie julukan Jordan, orang yang telah berhasil menaklukkan Wall street harus menerima cobaan yang sangat dahsyat. Cobaan yang di luar kendali dia. Jika biasanya dia bisa menyelesaikan semua masalah hanya dengan duduk dan berbicara dengan orang yang bermasalah tersebut. Tidak untuk kali ini. Dia harus menerima kekalahan telak dan kehilangan semuanya. Poin pentingnya, Jordan tetap bisa bangkit. Dan kebangkitannya tidak terduga. 1000 kali jatuh, maka 1000 kali juga kamu harus bangkit. Inspiratif.

Untuk Dewasa

Film ini memang bagus, namun tidak untuk dipertontonkan bagi remaja apalagi anak-anak. Banyak adegan-adegan negatif yang jelas tergambar di sini. Jadi, untuk anda yang hendak menontonnya, ajaklah teman dan saudara yang sudah dewasa.

Sejauh saya menonton, film ini saya rekomendasikan untuk ditonton. Banyak ilmu jatuh bangkit yang bisa anda tiru. Dan banyak kalimat motivasi yang bisa anda dapatkan. Jordan asli (sang penulis sekaligus pemilik cerita) sepertinya memang ingin menggambarkan detail kehidupannya lewat film ini. Dan itu bagus.

Selamat menonton _saya lanjut baca novel Tere Liye terbaru dulu_ 🙂

 

Leave a Reply