Pertanyaan Jawaban + Cara Interview yang Baik Agar Diterima

Pertanyaan Jawaban + Cara Interview yang Baik Agar Diterima

Diperbarui terakhir: 5 September, 2019

Tanya Jawab + Cara Interview yang Baik Agar Diterima

Rasa cemas dan grogi saat wawancara kerja adalah hal yang wajar. Jangankan fresh graduate, mereka yang sudah berpengalaman kerja saja masih merasa nervous saat harus wawancara demi mendapatkan pekerjaan baru yang dinilai lebih layak.

Agar bisa memberikan performa dan penampilan yang baik saat wawancara, kita harus tahu cara mengatasi kecemasan saat wawancara kerja. Trik menangani grogi saat interview ini bisa diterapkan sebelum, saat, hingga setelah wawancara.

Salah satu cara meredam rasa grogi saat interview adalah menyiapkan jawaban atas pertanyaan yang umum ditanyakan. Di antaranya adalah pertanyaan:

1. Mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan ini?

2. Pertanyaan-pertanyaan menyangkut jurusan dan posisi yang dilamar

Kali ini, selain mengulas cara interview yang baik agar diterima, kami juga akan mengulas beberapa pertanyaan umum yang ditanyakan saat wawancara dan jawaban diplomatisnya.

Tampilkan Daftar Isi

Daftar Isi


A. Tips Mengatasi Kecemasan Saat Wawancara Kerja Dan Cara Interview Yang Baik Agar Diterima

Berikut ini adalah tips wawancara kerja dan mengatasi rasa grogi saat sedang interview:


1. Atur jam kedatangan, sebaiknya datang lebih awal

Saat Anda hendak datang ke wawancara kerja, datanglah lebih awal untuk mengurangi kecemasan. Dengan datang lebih awal, Anda akan jauh lebih merasa tenang dan memiliki banyak waktu untuk melihat lokasi dan mengamatinya.

Meski demikian, ada beberapa orang yang memiliki karakter sebaliknya. Justru saat datang lebih awal, rasa grogi akan bertambah karena melihat banyak peserta kemudian membanding-bandingkannya.

Jika Anda memiliki karakter seperti ini, maka Anda bisa melakukan hal berikut:

  • a. Tetap tepat waktu dan tidak datang terlalu awal
  • b. Mendengarkan musik favorit agar tetap bisa santai
  • c. Positive thinking dan fokus pada kemampuan diri sendiri
  • d. Tak perlu membandingkan diri Anda dengan orang lain, yakinlah bahwa segala persiapan Anda sudah matang.

2. Kenali perusahaan yang memanggil Anda untuk wawancara

Tidak hanya persiapan diri, Anda juga harus mempersiapkan pengetahuan secara lebih luas sebagai salah satu cara menghadapi interview kerja bagi pemula.

Pengetahuan ini tidak hanya berkenaan dengan posisi yang sedang Anda lamar saja, melainkan mengenai perusahaan yang sedang Anda lamar secara umum. Pengetahuan tentang perusahaan menjadi bekal yang baik untuk mengenali apa perusahaan yang akan jadi tempat Anda bekerja.

Dengan pengetahuan yang baik, saat diajak bicara mengenai perusahaan pun Anda sudah mengerti dan memiliki gambaran yang cukup baik. Apalagi sebagian besar pewawancara akan menanyakan tentang perusahaan kepada orang yang sedang diwawancarai.

3. Pakaian yang pas

Pilihlah pakaian yang pas sesuai dengan posisi yang Anda lamar dan perusahaannya. Jika Anda tidak banyak mengerti tentang perusahaan tersebut, maka kesalahan pemilihan pakaian bisa saja terjadi.

Sebaliknya, jika Anda sudah paham mengenai perusahaannya, Anda bisa memilih baju yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Ingat, kesan pertama mereka terhadap Anda sangatlah penting. Sebab inilah yang akan menarik perhatian mereka.

Sebaliknya, sekecil apa pun kesalahan juga akan menjadi catatan yang bisa jadi berakhir pada kegagalan wawancara kerja. Apalagi, pakaian bisa menunjukkan attitude Anda. Dan attitude memiliki poin yang sangat penting dalam wawancara kerja.

4. Optimis, berpikir positif, dan buat afirmasi positif

Pikiran dan sugesti positif dapat membantu Anda untuk menanggulangi rasa cemas yang berlebihan. Jika perlu, Anda bisa membuat afirmasi positif untuk diri Anda. Caranya adalah dengan mengatakan pada diri Anda kata-kata positif.

Misal, aku optimis aku bisa, semua baik saja. Apapun, yang bisa membuat Anda lebih tenang.

5. Cara menangani pikiran negatif

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang makin cemas saat sedang akan wawancara. Salah satunya adalah berandai-andai terjadi sesuatu yang buruk atau berpikir secara negatif.

Misalnya, berpikir bagaimana kalau saya tidak diterima, bagaimana kalau nanti saat wawancara saya salah jawab, atau pikiran negatif dan pengandaian lainnya.

Lebih baik berandai-andailah yang baik. Yakinkan diri Anda bahwa profil dan skill Andalah yang dibutuhkan oleh perusahaan. Yakinkan diri Anda sendiri sebelum Anda menjual skill dan keahlian Anda ke perusahaan tersebut.

Untuk menangani pikiran negatif sebenarnya tak hanya bisa dilakukan di hari Anda wawancara saja. Pikiran negatif dan positif adalah mindset. Jika Anda menerapkan diri untuk berpikir positif setiap harinya, maka akan dengan mudah Anda terhindar dengan pikiran negatif.

Untuk tetap stay positive di segala situasi memang susah. Akan tetapi dengan berada di lingkungan yang positif, Anda akan tertular aura positif juga.

Jadi, salah satu cara untuk bisa terhindar dari aura negatif adalah berada di tempat dan lingkungan yang positif.

6. Sarapan / makan dulu

Jangan berangkat tes kerja dalam kondisi perut kosong. Makan akan memberikan energi dan meningkatkan fokus. Dengan nutrisi yang terpenuhi, Anda juga bisa terlihat lebih sehat, segar, dan tidak loyo.

Ini bisa memberikan impresi yang baik bagi para pewawancara.

7. Perlu melakukan relaksasi

Kata-kata, kalimat positif, dan pikiran positif saja terkadang masih kurang. Anda harus menambahnya dengan relaksasi. Lakukan relaksasi ringan seperti menghela nafas. Lakukan gerakan-gerakan ringan jika perlu.

Ketika Anda gugup lakukan cara sederhana ini:

Tariklah nafas dari hidung kemudian keluarkan lewat mulut. Lakukan secara terus menerus sampai nafas Anda teratur.

Anda juga bisa berjalan-jalan dan bergerak ringan, lho!

8. Tersenyum

Tersenyum merupakan olahraga ringan yang tidak hanya akan memberikan rasa bahagia pada orang lain, tetapi juga diri Anda sendiri.

9. Jaga sikap dan perkataan

Cara Mengatasi Kecemasan Saat Wawancara Kerja

Sikap dan perkataan Anda menjadi perhatian, untuk itu cara dan rahasia sukses menghadapi wawancara kerja selanjutnya adalah dengan memperhatikan perkataan dan sikap Anda.

Duduk dengan sikap yang baik serta berkatalah dengan baik. Ketika ada pertanyaan mengenai pekerjaan yang lama, jangan sampai Anda banyak mengeluh, terlalu banyak curhat, menjelekkan perusahaan sebelumnya, atau yang lainnya.

Jawabnya dengan porsi yang cukup, jangan terlalu berlebihan. Sebab perkataan Anda menjadi perhatian pewawancara. Jika Anda terlalu banyak bicara, mengeluh dan curhat, bisa jadi akan menimbulkan pandangan bahwa Anda adalah orang yang suka mengeluh dan tidak fokus pada solusi.

10. Berdoa

Doa tidak hanya bertujuan untuk meminta, tetapi lebih dari itu saat Anda meminta, Anda mengirimkan sinyal untuk pasrah dan menyerahkan segala hasilnya kepada Tuhan. Tugas Anda adalah melakukan yang terbaik dan hasilnya adalah Tuhan yang menentukan jalannya.

Untuk itu, berdoa bisa dilakukan sebelum, saat, dan setelah wawancara. Berdoa dari hati bisa mengirimkan sinyal ikhlas. Dan ini akan memberikan dampak positif dan membuat diri Anda menjadi lebih tenang.

11. Berpikir jangka panjang (ke depan)

ketika Anda diberi kesempatan untuk menanyakan sesuatu kepada pewawancara, hindari menanyakan tentang gaji dan atau benefit yang Anda dapatkan ketika sudah bergabung nanti.

Pertanyaan ini terlalu dini ditanyakan ketika Anda sedang wawancara, kecuali jika memang mereka membuka sedikit pembicaraan ke arah sana.

Jika memang Anda ingin tahu berapa gaji yang akan Anda dapatkan, carilah lewat internet, senior di kampus, atau teman yang sudah bekerja di perusahaan tersebut. Coba buat hitungan apakah gaji tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda atau tidak.

12. Semangat, kritis, dan antusias

Ketika diberi pertanyaan, jawablah dengan sikap yang baik, buatlah kalimat yang berisi dengan dasar yang kuat. Jangan sekedar menjawab saja.

Pengetahuan yang luas bisa membantu Anda untuk menjawab pertanyaan dengan mudah, dan untuk meningkatkan pengetahuan tersebut Anda harus banyak mencari referensi dan membaca banyak hal.

Dengan membaca, akan sangat mudah bagi seseorang untuk menemukan kalimat dan jawaban yang diplomatis. Pembawaan diri juga bisa lebih tenang dan meyakinkan.

13. Buat daftar pertanyaan dan jawabannya

Selain cara mengatasi rasa canggung saat wawancara, Anda juga bisa membuat daftar pertanyaan berikut jawabannya. Pertanyaan-pertanyaan saat wawancara biasanya adalah seputar diri Anda (mulai dari karakter hingga pendidikan) dan pengetahuan tentang perusahaan.

14. Persiapkan diri Anda atas hal terburuk

Wajar sekali jika manusia punya rasa takut. Untuk itu, tetap siap dengan segala hal yang mungkin terjadi adalah salah satu cara interview yang baik agar diterima di perusahaan yang Anda lamar.

Berpikirlah ke depan dan selalu persiapkan diri Anda atas hal buruk yang mungkin saja terjadi. Namun tetap harus positif dan solutif.

15. Ingatlah bahwa wawancara adalah obrolan biasa

Apa itu interview? Interview atau wawancara pada dasarnya adalah mengobrol biasa.

Jadi, jika Anda sulit menenangkan diri saat wawancara, selalu ingat bahwa wawancara pada dasarnya hanyalah percakapan biasa antara dua orang atau lebih yang melibatkan Anda.

Anda harus tetap menjadi diri Anda sendiri, jujur, tapi tetap pada batasan yang baik.

B. Jawaban Interview Kenapa Anda Ingin Bekerja Disini

Cara dan Rahasia Sukses Menghadapi Wawancara Kerja

Salah satu pertanyaan yang seringkali muncul ketika interview kerja di PT, perusahaan, atau tempat lain adalah kenapa Anda ingin bekerja disini. Ketika Anda mendapatkan pertanyaan ini, usahakan untuk tidak menjawab dengan terlalu jujur. Misalnya dengan kondisi di bawah ini:

  1. Ingin pindah pekerjaan karena tidak cocok dengan atasan sebelumnya.
  2. Ingin gaji yang tinggi dengan posisi di perusahaan yang bagus.
  3. Tekanan dari diri sendiri dan pihak luar untuk mendapatkan pekerjaan
  4. Mencari pekerjaan karena alasan pribadi seperti hutang dan cicilan, dll.

Intinya, jangan berfokus pada masalah pribadi Anda. Carilah solusi dari diri Anda yang butuh pekerjaan dengan perusahaan yang sedang membutuhkan karyawan. Jadi, buatlah jawaban yang menjadi jembatan antara Anda dan perusahaan.

Susunlah jawaban interview kenapa Anda ingin bekerja disini dengan baik. Sebuah jawaban yang diplomatis dengan mempertimbangkan hal di bawah ini:

1. Katakan bahwa pekerjaan yang ditawarkan sesuai dengan keahlian Anda

Salah satu cara interview yang baik agar diterima adalah bisa menyebutkan keahlian spesifik yang berhubungan langsung dengan posisi yang Anda lamar di perusahaan tersebut. Misalnya dengan menunjukkan pelatihan yang pernah Anda ikuti, sertifikat, atau penghargaan.

Cocokkan dengan kalimat yang baik skill-skill tersebut dengan kualifikasi posisi yang Anda lamar sebagaimana tertulis dalam lembar lowongan kerja dan atau diuraikan oleh pewawancara / rekruter.

2. Kaitkan dengan tujuan hidup Anda ke depan

Jawaban diplomatis selalu memberikan impact tak hanya untuk diri sendiri dan perusahaan. Tetapi juga berdampak bagi kehidupan sosial dan masyarakat secara luas.

Untuk itu, kaitkan keahlian yang ingin Anda kontribusikan buat perusahaan itu dengan dampak yang akan terjadi di masyarakat. Pastikan bahwa dampak ini baik untuk kemaslahatan umat.

3. Berikan pujian untuk perusahaan

Pelajari penghargaan yang diterima perusahaan dan kontribusi perusahaan untuk masyarakat. Lalu selipkan pujian untuk perusahaan dalam jawaban Anda.

Susunlah jawaban bahwa skill Anda bisa memberikan kontribusi untuk perusahaan dan bermanfaat bagi masyarakat.

4. Kaitkan jawaban dengan pekerjaan teoritis dan praktis

Ada dua garis besar jenis pekerjaan di sebuah perusahaan. Pertama, yang mempraktekkan teori lewat kertas dan bekerja di depan komputer. Kedua, pekerjaan lapangan yang bersifat praktis dan teknis.

Nah, jika Anda melamar pekerjaan yang sifatnya teknis, maka yakinkan pewawancara kerja bahwa Anda adalah sosok yang siap bekerja di lapangan dan memang sudah saatnya untuk bekerja di luar.

Anda sudah cukup merasa puas dengan bekerja di belakang layar dengan teori yang sudah sangat dipahami. Saatnya Anda mempraktekkan ilmu Anda dengan baik di lapangan agar kontribusi Anda lebih luas dan Anda bisa menjadi pribadi yang lebih berkembang.

5. Contoh jawaban mengapa Anda ingin bekerja disini

Misalnya, Anda sedang melamar pekerjaan sebagai marketing di salah satu perbankan. Anda memiliki keahlian menghitung yang baik dan berpengalaman berjualan. Maka Anda bisa menjawab pertanyaan interview marketing seperti ‘kenapa Anda ingin bekerja disini?’ dengan jawaban di bawah ini:

Saya merasa keahlian saya dalam bidang berhitung secara matematis dan pengalaman saya dalam menjual barang di pasar bisa diaplikasikan saat mencari nasabah untuk perusahaan perbankan yang bergerak di bidang makro dan mikro. Agar bisa membantu para penjual yang sedang membutuhkan modal usaha untuk mengembangkan usaha mereka dan ikut berkontribusi dalam perbaikan ekonomi negara dari lini UMKM.

Alasan ingin bekerja di perusahaan perbankan di atas bisa dipakai untuk Anda yang lulus dari jurusan Matematika dan pernah punya pengalaman menjual barang atau jasa.

Pertanyaan dan jawaban interview kerja bank di atas bisa dimodifikasi sesuai dengan keahlian dan pengalaman masing-masing. Pastikan bahwa jawaban interview kerja di bank Anda sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan perusahaan.

C. Contoh Jawaban Saat Interview Untuk Fresh Graduate

Tips Interview Kerja Untuk Fresh Graduate

Pertanyaan untuk interview karyawan baru yang masih fresh graduate dan sudah berpengalaman tentu berbeda. Berikut adalah beberapa contoh pertanyaan interview kerja fresh graduate dan jawabannya:

1. Pembuka interview – identitas diri

Sebelum mulai pada inti wawancara, biasanya akan ada pembuka pertanyaan. Yaitu pengenalan diri Anda. Mulai dari nama, alamat, status kepemilikan rumah, naik kendaraan apa, sumber informasi lowongan, hingga kesesuaian kualifikasi dengan diri Anda.

Cara interview yang baik agar diterima di perusahaan adalah dengan mengenalkan diri Anda secara percaya diri, tenang, dan jujur. Anda bisa membuat kalimat yang ringkas dan berisi. Misalnya:

  1. Betul nama Anda … ?
  2. Tinggal di mana?
  3. Rumah sendiri atau masih tinggal dengan orang tua? Saya mengontrak rumah, Pak/Bu.
  4. Naik apa kesini tadi? Sendiri atau bersama teman?
  5. Tahu dari mana ada lowongan kerja di sini?
  6. Apakah menurut Anda background pendidikan Anda sebelumnya sudah sesuai dengan syarat kualifikasi yang kami butuhkan?

Biasanya soal di atas bisa melebar ke pertanyaan lain yang lebih detail. Rekruter memiliki tujuan menggali diri Anda dengan baik. Jadi Anda juga harus santai menjawabnya, supaya obrolan Anda dengan rekruter tetap dalam kondisi yang positif dan tidak menegangkan.

Pada poin 3 dan 4 pertanyaan interview untuk fresh graduate di atas. Anda ditanya tentang tinggal bersama siapa dan naik kendaraan sendiri atau ditemani orang lain. Inti dari pertanyaan ini adalah bahwa rekruter ingin tahu apakah Anda adalah orang yang mandiri atau tidak.

Jawablah dengan jujur. Kalau memang Anda sudah terbiasa sendiri dan mandiri, maka ini akan mudah.

Namun, jika Anda terbiasa ditemani jika kemana-mana, atau diantar saat melakukan sesuatu. Maka jangan sampai terjebak dalam jawaban Anda sendiri. Anda tetap harus jujur tapi tidak lupa untuk menegaskan bahwa Anda punya alasan kuat kenapa harus diantar.

Atau Anda bisa menjawabnya dengan melihat sisi positif. Misalnya dengan jawaban seperti ini:

Agar bisa datang lebih awal, saya meminta diantar teman yang sedang longgar waktunya. Dia yang lebih paham dengan jalan tikus di sekitar sini. Sebab di jalan utama sudah mulai macet.

Rekruter bisa jadi akan memberikan pertanyaan lanjutan:

Memangnya susah menemukan kantor kami?

Contoh jawaban saat interview untuk fresh graduate -nya adalah:

Tidak sulit sebenarnya Pak/Bu, saya sudah melakukan survei letak kantor ini sebelumnya dan sudah tahu jam-jam macetnya. Sehingga saya bisa mengantisipasinya dengan berangkat lebih awal dan meminta tolong teman yang paham jalan untuk mengantar saya.

2. Pertanyaan interview untuk karyawan baru – perkenalan diri secara langsung

Selain memberikan pertanyaan interview untuk karyawan baru yang fresh graduate seperti di atas, rekruter juga bisa jadi langsung to the point. Yakni meminta Anda untuk mengenalkan diri secara langsung.

Silakan kenalkan dan ceritakan tentang diri Anda!

Jika Anda mendapatkan pertanyaan seperti ini, maka berikut adalah contoh jawaban interview untuk fresh graduate yang bisa Anda gunakan untuk menjawab:

Nama saya Hindayani, lulusan S1 Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Saya adalah seorang yang disiplin, pekerja keras, fokus pada tujuan, mudah bergaul, dan bisa bekerja dalam tim. Saya belum pernah bekerja sebagai marketing sebelumnya. Tapi saya sudah pernah berjualan jilbab door to door.

Buatlah jawaban yang menggambarkan diri Anda sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Tapi tetap jujur dan jangan dilebih-lebihkan.

Jika Anda diminta untuk mengenalkan diri dalam bahasa inggris, Anda bisa melihat cara perkenalan dalam bahasa inggris yang sudah Kak Hinda buat.

3. Perkenalan keluarga

Tak hanya tentang diri Anda, rekruter juga mungkin penasaran dengan keluarga Anda. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang mungkin:

  • Anda anak berapa dari berapa bersaudara?
  • Apa pekerjaan orang tua?
  • Apakah sudah menikah atau belum?
  • Tinggal dengan siapa?
  • Bisa jadi juga Anda diminta untuk menceritakan tentang saudara atau orang tua (keluarga inti)

Buatlah jawaban yang jujur, jangan bohong, dan jangan curhat. Sewajarnya dan seperlunya saja.

4. Tentang educational background

Bekal yang dimiliki oleh rekruter untuk mewawancara adalah CV dan beberapa dokumen pendukung yang Anda sertakan saat melamar.

Biasanya di CV tertulis latar pendidikan, dan inilah yang akan ditanyakan agar lebih bisa mengenal Anda. Memutuskan apakah Andalah yang mereka cari untuk mengisi lowongan kerja tersebut.

Untuk menjawab pertanyaan seperti:

Benarkah Anda mengambil jurusan ini, kenapa jurusan ini bisa sesuai dengan lowongan yang sedang tersedia?

Anda bisa menjawab dengan penuh yakin dan percaya diri. Carilah keterkaitan antara keduanya dan rangkum menjadi kalimat yang ringkas dan diplomatis.

Meskipun Anda merasa salah masuk jurusan, misalnya. Anda tetap harus bisa melihat sisi positif dari jurusan itu dan tidak sedikit pun membahas tentang ketidaktertarikan Anda dengan jurusan Anda sendiri.

Kenapa Anda mengambil jurusan Matematika UIN Malang?

Contoh jawaban interview pada fresh graduate adalah:

Saya suka Matematika, saya suka angka dan berhitung. Di jurusan ini, saya bisa menajamkan logika berpikir saya untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang sistematis dan selalu berpikir solutif. Selain itu, saya juga suka Bahasa. Itulah kenapa saya memilih UIN yang mengharuskan saya bisa berbahasa arab dan inggris. Dan karena saya suka, saya bisa menyerap bahasa arab dengan baik meski berasal dari lulusan SMA. Menurut saya, dengan bahasa, saya bisa mengomunikasikan ilmu yang saya pelajari dengan baik ke semua orang.

5. Aktif atau pasifkah Anda?

Rekruter mungkin akan mengorek tentang aktivitas yang Anda lakukan selama menempuh pendidikan / kuliah. Untuk mengetahui apakah Anda adalah pribadi yang aktif atau tidak. Rajin ataukah malas.

Untuk menjawab soal seperti ini, Anda harus jujur. Ceritakan dengan penuh semangat dan antusias. Jangan dilebihkan, jangan berbohong. Harus apa adanya. Sebab dari jawaban Anda mungkin akan ada pertanyaan baru yang muncul.

Kalau Anda berbohong pun akan ketahuan. Jadi, cara interview yang baik agar diterima adalah tetap jujur pada diri sendiri dan orang lain. Just be yourself!

Nah, berikut adalah contoh pertanyaan interview yang mungkin akan ditanyakan oleh rekruter:

Ketika kuliah, selain tugas-tugas kuliah, apakah ada aktivitas lain yang menyibukkan Anda?

Ini adalah jawaban saya pribadi untuk pertanyaan ini:

Saya harus bekerja untuk biaya kuliah dan hidup di Malang. Jadi saya memberikan les privat pada anak SD hingga SMA. Saya senang karena bisa mengamalkan ilmu yang saya miliki kepada adik-adik privat saya. Apalagi sebelum akhirnya bisa bertemu mereka, saya menyebar brosur di sekolah-sekolah dulu. Sangat asyik karena saya bisa mengenal Malang secara bertahap. Selain itu, saya juga aktif di kegiatan intra dan ekstrakulikuler. Saya tergabung di HMJ dan organisasi fakultas.

6. Aktivitas setelah lulus sambil mencari kerja

Untuk mengecek apakah Anda aktif atau tidak setelah lulus kerja, bagian HRD akan bertanya mengenai aktivitas Anda selama mencari kerja. Apakah hanya makan tidur dan mencari informasi saja. Atau ada aktivitas lainnya.

Jika Anda tidak memiliki kegiatan di luar ruangan. Tunjukkan bahwa Anda belajar bersosialisasi dengan baik selama lulus, menjalin silaturahmi dengan teman-teman, dan membaca banyak literasi untuk meningkatkan skill dan wawasan.

Jika Anda masih memiliki kegiatan di luar ruangan, Anda pun bisa menceritakannya atau menambahkannya dalam jawaban Anda.

Perekrut bisa jadi ingin meyakinkan diri mereka dengan memberikan pertanyaan baru dari jawaban yang Anda lontarkan. Misalnya:

Dengan aktivitas yang segitu banyak, bagaimana cara Anda bisa lulur tepat waktu dengan predikat cumlaude.

Contoh jawaban interview untuk fresh graduate:

Saya adalah orang yang disiplin, senang membuat rencana, dan fokus pada tujuan. Saya terbiasa menulis to do list setiap hari. Mulai dari jam, aktivitas, dan target pencapaian harian secara detail. Saya rasa ini membantu saya agar tetap berada di jalur untuk mencapai tujuan mingguan, bulanan, bahkan yang lebih besar lagi (jangka panjang). Termasuk IP semester dan IPK akhir saat saya lulus. Tapi saya juga percaya, itu semua juga tak lepas dari doa keluarga dan dukungan dari teman dan dosen-dosen.

Itulah salah satu jawaban dalam cara interview yang baik agar diterima.

7. Bagaimana jika lulus lama?

Lulus cepat ditanyakan, lulus lama pun akan ditanyakan. Perekrut ingin mengenal Anda dengan baik.

Jika Anda lulus lama dan itu karena tugas akhir tidak cepat selesai. Ada perbedaan pendapat antara Anda dan dosen pembimbing. Maka jawablah dengan elegan.

Misalnya dengan menonjolkan bahwa dosen Anda adalah seorang dosen yang teliti dan perfeksionis. Sehingga seringkali Anda harus mengulang tulisan dan memperbaiki beberapa bagian yang salah. Tapi dari dosen pembimbing Anda belajar untuk lebih teliti, tidak mudah menyerah, dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Bagaimana jika lulusnya lama karena masalah keuangan?

Jika ini yang terjadi, Anda bisa menceritakan tentang cuti kuliah yang mungkin Anda ambil. Jelaskan bahwa Anda harus mencari uang tambahan, tidak menyerah dan melepaskan pendidikan Anda begitu saja. Jelaskan bahwa saat cuti kuliah adalah saat dimana Anda mengerti arti perjuangan dan kerja keras.

8. Pertanyaan tentang prestasi

Karena belum berpengalaman kerja, seorang yang baru lulus kuliah akan ditanya tentang prestasi yang diraih.

Apa prestasi yang pernah anda raih?

Jika ada prestasi yang pernah Anda raih, ceritakan apa itu dan bagaimana Anda bisa meraihnya. Sebaliknya, jika tidak ada prestasi yang pernah Anda raih. Anda bisa menjawabnya dengan:

Bagi saya, bisa lulus dan mendapat gelar sarjana adalah sebuah prestasi. Saya mendapatkan ini dengan keringat, usaha, dan motivasi yang kuat. Juga doa dari keluarga dan dukungan dari teman-teman. Saya menganggap ini sebagai sebuah pencapaian yang perlu saya syukuri dan saya manfaatkan untuk masyarakat.

9. Pengalaman magang

Setelah menggali informasi tentang latar belakang akademik, perekrut biasanya akan mencari tahu pengalaman Anda magang. Anda bisa menceritakan dengan bahasa yang singkat, padat, dan jelas.

Dimulai dari di mana Anda magang, apa saja yang sudah Anda dapatkan di sana, dan bagaimana hasilnya untuk diri Anda sendiri, tempat magang, dan kampus.

Tipsnya, ceritakan saja secara ringkas laporan magang (KKN) yang anda buat.

10. Pertanyaan tentang perusahaan

Setelah tahu tentang diri Anda, perekrut akan mulai mencari tahu pengetahuan Anda tentang perusahaan. Dan apa kontribusi yang bisa Anda berikan pada perusahaan.

Untuk itu, penting sekali untuk mencari informasi mengenai perusahaan dan pekerjaan yang Anda lamar. Jangan lupa untuk mencari tahu job desc pekerjaan yang Anda lamar. Kemudian kaitkan dengan skill dan pengalaman Anda.

Pertanyaan tentang perusahaan ini tak melulu tentang pertanyaan teknis, tapi juga teoritis. Bahkan mungkin pertanyaan dasar tentang apa perusahaan ini dan bergerak di bidang apa.

11. Tiap rekruter berbeda

Perekrut itu berbeda-beda, ada yang bisa hanya menanyakan tentang diri Anda dan pendidikan. Namun ada yang bertanya lengkap.

Untuk itu, kita tetap harus menyiapkan diri sebaik mungkin. Intinya adalah tenang dan jujur pada diri sendiri.

Untuk menentukan diterima atau tidak, kita tidak tahu parameter apa yang digunakan oleh pewawancara. Ini adalah penilaian personal. Sesuai dengan yang mereka butuhkan. Jadi, jika memang hasilnya tidak seperti harapan Anda, maka berpikirlah positif dan teruslah maju.

D. Contoh Pertanyaan Interview Indomaret Dan Alfamart

Melamar di Indomaret atau Alfamart

Mau melamar di indomaret? Atau Alfamart? Link lowongan kerja resmi dari indomaret ada disini, sedangkan alfamart ada disini.

Pada dasarnya, contoh pertanyaan interiew di Indomaret, alfamart, dan sejenisnya tidaklah banyak berbeda dengan wawancara kerja secara umum. Contoh tes wawancara di Indomaret, alfamart dan sejenisnya meliputi:

1. Perkenalan diri

Cara interview yang baik agar diterima menjadi karyawan baru di indomaret adalah dengan memperkenalkan diri secara baik juga. Caranya sama dengan yang kami ulas di bagian contoh jawaban interview untuk fresh graduate di atas.

2. Hobi

Kebanyakan karyawan Indomaret yang bertindak sebagai SPG dan Kasir masih lulusan SMA atau diploma. Maka salah satu pertanyaan wawancara yang akan muncul adalah tentang hobi.

Jika Anda ditanya tentang hobi, maka jelaskan dengan baik bagaimana dampak positif hobi tersebut kepada Anda.

Misalnya Anda hobi membaca. Anda bisa menjawabnya dengan kalimat:

Saya sangat senang membaca, karena dengan begitu saya bisa mengetahui hal baru dan menambah wawasan.

Misalnya Anda hobi bermain bola voli. Anda bisa menjawabnya dengan kalimat:

Saya sangat senang main voli. Karena dengan berolahraga saya bisa menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh agar bisa beraktivitas dan berkarya dengan baik.

3. Pengalaman kerja

Jika Anda punya pengalaman kerja, ceritakan dengan baik apa pengalaman Anda dan bagaimana hal itu menambah nilai diri Anda.

Jika Anda belum memiliki pengalaman sama sekali, berceritalah tentang magang atau keahlian yang Anda miliki. Buatlah kegiatan magang itu menjadi sangat berarti buat Anda dan membuat skill Anda terasah.

4. Alasan melamar pekerjaan – Motivasi kerja dan apa tujuan Anda bekerja

Pertanyaan wawancara lain yang umum ditanyakan adalah apa motivasi Anda bekerja atau apa tujuan Anda bekerja. Jika Anda mendapatkan pertanyaan ini, ada beberapa tips dan cara interview yang baik agar diterima. Di antara tips menyusun jawaban interview motivasi kerja adalah:

  • Berikanlah jawaban yang relevan dengan posisi yang Anda lamar

Misalnya melamar posisi marketing: Saya senang bersosialisasi dan bergaul dengan orang. Bercerita, bertukar pikiran, dan saling membantu.

  • Antusias dan ekspresif saat menjawab

Ini akan menunjukkan bahwa Anda adalah seorang yang selalu termotivasi, passionate, dan selalu semangat.

  • Harus sesuai kemampuan

Motivasi yang Anda katakan pada HRD haruslah sesuai dengan apa yang Anda mampu. Bukan mengada-ada atau berbohong. Carilah motivasi yang lebih fokus pada penyelesaian masalah.

  • Tidak terlalu memuji diri

Tetaplah tenang, tidak berlebihan. Jangan terjebak untuk memuji diri sendiri.

Buatlah motivasi kerja ini bernilai untuk diri Anda sendiri, keluarga, dan perusahaan. Serta kalau bisa buat masyarakat umum.

Berikut adalah beberapa contoh motivasi kerja pada karyawan:

  • Ingin hidup mandiri
  • Membiayai anggota keluarga
  • Membahagiakan dan mengurangi beban orang tua
  • Ikut andil dalam kemajuan perusahaan
  • Memperbaiki ekonomi hidup, dll.

5. Jawaban interview kelebihan dan kekurangan

Pertanyaan Kelebihan dan Kekurangan Saat Wawancara

Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Saat ada job fair, ada yang menanyakan ini di formulir pendaftaran mereka. Namun kebanyakan ditanyakan juga saat wawancara oleh perekrut. Nah, jika Anda ditanya mengenai hal ini, bagaimana kira-kira cara menjawab interview kelebihan dan kekurangan?

Untuk menyebutkan kelebihan ternyata lebih mudah dibanding kekurangan. Cara menjawab interview kerja mengenai dua hal ini juga berbeda.

Untuk menjawab apa kelebihan Anda?

Saya adalah orang yang disiplin, selalu berpikir positif, fokus pada solusi, tidak mudah menyerah, dan bersemangat. Lima hal ini menjadikan diri saya yang sekarang dan sebagai bekal untuk menjadi diri saya yang lebih baik lagi ke depannya.

Jawaban untuk pertanyaan apa kekurangan Anda?

Sayangnya, saya adalah orang yang mudah merasa tidak enak dengan orang lain. Tapi karena itulah saya terus berusaha memberikan yang terbaik supaya tidak mengecewakan orang lain. Baik saat bekerja sendiri maupun bersama tim.

Saya mudah lupa untuk itu saya sering membawa note kemanapun saya pergi. Untuk mencatat hal-hal penting sebagai pengingat saya jika sedang lupa.

Untuk menjawab tentang kelebihan dan kekurangan, Anda bisa lakukan langkah berikut:

  1. Siapkan daftar kelebihan dan kekurangan Anda sebagai materi wawancara.
  2. Untuk kekurangan, cari tahu juga bagaimana cara Anda untuk mengatasi kekurangan tersebut. Jika kesulitan, Anda bisa melihat sisi positif dari kekurangan Anda.
  3. Untuk kelebihan, beri afirmasi positif bahwa kelebihan itu berdampak tak hanya untuk diri Anda tetapi juga orang di sekitar Anda.

E. Jawaban Dan Pertanyaan Interview Untuk Posisi Hrd

Berikut adalah contoh pertanyaan wawancara / daftar pertanyaan interview untuk posisi HRD dan cara menjawab pertanyaan interview yang baik:

  1. Apa yang paling Anda suka saat bekerja atau berperan sebagai HRD?
  2. Menurut Anda, apa kualitas penting yang harus dimiliki oleh seorang HRD?
  3. Mengapa Anda merasa menjadi pribadi yang layak dan terbaik untuk pekerjaan ini?
  4. Menurut Anda, mengapa bagian HRD memegang peranan penting dibanding posisi yang lain?
  5. Apa tantangan besar menjadi HRD dan bagaimana solusinya?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, yang perlu Anda lakukan adalah jujur dan menjelaskan sesuai pengetahuan dan pengalaman Anda. Jangan dilebihkan atau dibuat-buat.

Yakinlah bahwa jurusan Anda sudah sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Jelaskan juga dari sudut bidang ilmu yang Anda kuasai jika perlu. Salah satu contoh jawabannya adalah:

Berada di HRD kita harus selalu termotivasi, berpikir positif, dan membangun tim agar ikut termotivasi dan terinspirasi. Ini adalah salah satu passion saya untuk menyebarkan positive vibes dan membuat bahagia orang lain.

F. Pertanyaan Interview Kerja Bahasa Inggris

Kami sudah mengulas mengenai contoh wawancara kerja bahasa inggris. Anda bisa membacanya artikel tersebut untuk mendapatkan gambaran bagaimana pertanyaan yang muncul dan cara menjawabnya jika interview dilakukan dengan bahasa inggris.

Dalam link di atas juga disertai dialog tanya jawab seorang pelamar dengan user.

G. Pertanyaan Interview Di Hotel

Saat wawancara di hotel, perkenalan dan background pendidikan juga amat penting. Kerapian apalagi, good – looking biasanya menjadi syarat kualifikasi bekerja di bidang ini. Untuk itu, Anda harus mempersiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan umum saat wawancara kerja.

Kemudian menyiapkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang lebih fokus pada bidang perhotelan.

Ada banyak pertanyaan interview di hotel yang sebagian besar mengacu pada layanan dan kepuasan pelanggan. Berikut adalah beberapa di antara pertanyaannya:

  • 1. Apa yang Anda sukai dari bekerja di perhotelan

Jawaban: Jawablah dengan antusias seolah Anda sangat enjoy dan menikmati bekerja di perhotelan. Anda suka dengan sesuatu yang berhubungan dengan pelanggan, bertemu hal baru, mendapat cerita baru yang memotivasi diri, mendapatkan penghargaan, dll.

  • 2. Kualitas apa yang harus dimiliki seseorang agar bisa sukses di bidang perhotelan?

Jawaban: gambarkan kualitas Anda dengan baik dan bagaimana kualitas tersebut bisa Anda gunakan untuk membangun karir di bidang perhotelan. Fokuslah pada kelebihan Anda.

  • 3. Menurut Anda, seberapa penting melayani pelanggan dengan baik?

Jawaban: Buatlah jawaban sebab akibat. Bahwa memberikan pelayanan yang baik itu sangat penting. Ini akan berdampak pada nilai diri dan kemajuan bisnis hotel tempat Anda bekerja.

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan teknis untuk mengukur bagaimana Anda berkomitmen untuk melayani pelanggan dengan baik. Dan memberikan kepuasan kepada pelanggan sehingga mau memberikan feedback positif buat hotel tempat pelanggan menginap.

  • 4. Apa yang Anda lakukan jika ada pelanggan yang marah? Pernahkah Anda mengalami ini sebelumnya?

Untuk menjawab pertanyaan seperti ini Anda harus jujur dan tenang. Karena kemarahan bisa diredam dengan sikap yang tenang.

  • 5. Bagaimana jika Anda membuat tamu kecewa?

Jika Anda punya pengalaman sebelumnya, maka ceritakan pengalaman Anda. Jika belum, coba bayangkan jika Anda membuat teman atau keluarga kecewa, apa yang Anda lakukan supaya mereka bisa memberikan kepercayaannya kepada Anda lagi.

H. Pertanyaan Dan Jawaban Interview Spg + Interview Kerja Di Toko

Meski terlihat berbeda, dua posisi ini memiliki kesamaan, yaitu fokus pada pemberian pelayanan kepada pembeli. Salah satu perbedaan mendasar bekerja di toko dan SPG/SPB adalah untuk menjadi SPG kita jauh lebih harus aktif menawarkan.

Artinya, ada keahlian ‘marketing’ / ‘selling’ yang harus ada di diri seorang pelamar kerja SPG/SPB.

Selain contoh jawaban interview pada fresh graduate yang umum di atas, yakni mulai perkenalan hingga akademik dan pengalaman kerja. Contoh pertanyaan dan jawaban interview SPG, interview kerja di toko atau sejenisnya adalah soal-soal yang bersifat menggali kemampuan diri.

Khusus pada kemampuan untuk menjual, tidak mudah menyerah, dan bermental baja. Untuk itu, Anda harus menjawab setiap pertanyaan dengan penuh antusias dan semangat. Yakinkan perekrut bahwa Andalah yang layak untuk mengisi posisi yang sedang kosong di perusahaan mereka.

Tip dan cara interview yang baik agar diterima dimulai sejak Anda melakukan persiapan wawancara hingga selesai wawancara. Usai wawancara kita memang tidak bisa mengetahui bagaimana hasilnya secara langsung. Apakah diterima atau tidak.

Sampai perusahaan memberikan pengumuman secara resmi kepada kita. Oleh karena itu, jangan lupa untuk terus berdoa dan berusaha memberikan afirmasi positif pada diri Anda. Jadilah pribadi yang lebih baik lagi setiap harinya.

Jika diterima ya Alhamdulillah, disyukuri. Kalau belum, jadikan hal tersebut sebagai pengalaman untuk wawancara berikutnya. Supaya bisa memberikan performa yang lebih baik.

Terus isi diri Anda dengan hal-hal positif dan jangan pernah berhenti belajar. Supaya wawasan Anda makin luas dan siap untuk tes kerja lainnya.

Hindayani, S.Si.

Hindayani, S.Si.

Hai! Saya Hindayani, S.Si. Lulusan Matematika, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan predikat cumlaude. Saya suka membaca, menulis, berbagi ilmu dan pengalaman untuk meng-update dan meng-upgrade diri saya ke arah yang lebih baik. Yuk like Fanpage Hindayani dan subscribe Youtube Channelnya ya!

You may also like...

Kalau ada pertanyaan, Isi komentarnya di bawah ya!

avatar
  Subscribe  
Notify of