Cara Menghadapi Atasan dan Bawahan Yang Tidak Menyukai Kita

Memiliki seorang pemimpin atau leader yang bossy memang menjengkelkan. Bukannya malah semangat kerja, kita malah makin malas dan rasanya tiap hari makan hati. Rasa ingin keluar (resign) dari pekerjaan pun juga bisa muncul.

Namun demikian, sebelum Anda mengatur strategi untuk keluar. Sebaiknya pikirkan dulu untuk bersabar dan memikirkan strategi atau cara menghadapi atasan yang tidak menyukai kita.

Anda tetap bisa melakukan cara ini sambil memikirkan strategi untuk resign dari perusahaan dan bertemu dengan bos baru. Saya rasa ini lebih bijak karena mencari pekerjaan di era seperti ini susah sekali. Toh belum tentu juga di tempat yang baru, atasan Anda lebih baik dari atasan Anda sekarang. Jangan-jangan sama saja, atau bahkan lebih parah.

Jadi, sebelum berpikir untuk mendapatkan pekerjaan baru, berada di lingkungan baru, dan bertemu dengan atasan baru. Terlebih dahulu ketahui trik mengatasi atasan yang bossy. Bagaimana ya?

Tulisan ini saya olah dari berbagai sumber. Dari literatur-literatur yang saya baca sebelumnya kemudian saya tulis berdasarkan pengalaman saya yang masih minim.

Teman-teman bisa berbagi pengalaman di kolom komentar mengenai tips jika memang berkenan menambahi.

Tampilkan Daftar Isi

Daftar Isi

Kenali 7 tipe pemimpin / atasan / bos dan cara bersikap yang baik

tipe pemimpin / atasan / bos dan cara bersikap yang baik

Sebelum kita mulai pada inti masalahnya, kita akan kenalan dulu dengan beberapa tipe pemimpin. Di antaranya adalah:


1. Bos atau atasan yang suka mengajak nongkrong

Jika pemimpin/bos Anda suka mengajak keluar makan dan nongkrong lalu bahas soal kantor, seolah menjelek-jelekkan kantor sebaiknya buatlah jarak.

Obrolan yang tidak perlu seperti itu bisa membuat Anda terintimidasi jika terus dibiarkan. Namun, dengan tidak terlalu dekat alias menjaga jarak dengannya, situasi akan jauh lebih mudah dikontrol.

2. Bos yang bekerja dengan data dan angka

Ada satu jenis pemimpin yang hanya melihat data dan angka saja. Menilai semua hal dengan angka yang dikeluarkan dan apa yang hendak didapatkan/dicapai.

Jika Anda memiliki bos semacam ini, sebaiknya antisipasi dengan menyiapkan data dan angka sebelum menyampaikan ide. Tapi jangan terus mengekor. Ada kalanya Anda memakai bahasa Anda sendiri untuk berbicara dengan pemimpin seperti ini.

3. Mudah ganti ide

Bos Anda mudah suka kepada ide A misalnya. Namun kemudian sering berganti-ganti saat ide tersebut belum selesai dikerjakan?

Sebagai bawahan yang baik sebaiknya kita tidak menasihatinya namun memberikan masukan secara bertahap, logis, rasional, dan detail. Supaya mau tetap pada satu ide dan fokus. Sebab biasanya pemimpin seperti ini memiliki fokus yang mudah berubah.

4. Egois

Merasa bos Anda egois? Jika iya, maka mungkin bos tersebut senang membuat keputusan berdasarkan egonya saja.

Yang makin membuat tidak nyaman adalah karena bos seperti ini biasanya akan memaksanakan keputusannya pada orang lain dengan cara mengintimidasi.

Cara mengatasi bos buruk seperti ini adalah dengan cara mempresentasikan ide Anda secara tepat dan menunjukkan pada bos kalau dengan ide tersebut bos Anda juga akan ikut sukses.

5. Tidak kompeten

Pemimpin Anda tidak kompeten, mudah mengambil keputusan tapi tidak tepat, terburu-buru, tidak banyak berpikir langsung aksi tapi tak ada yang tepat sasaran?

Kalau seperti ini, sebaiknya Anda sebagai bawahan mendampingi, memberi tahu pengalaman Anda namun jangan sampai menggurui. Tetap memberikan pengetahuan namun tidak sampai menjadi penjilat.

6. Terlalu detail dan kaku

Bos kaku dan terlalu detail mudah sekali mencari-cari kesalahan kita. Namun untuk mengatasinya, sebaiknya kita fokus dan tetap mau berkomunikasi dengan baik.

Dengan fokus, kita akan bekerja lebih baik dan bisa memberikan apa yang diinginkannya.

7. Suka melimpahkan kesalahan dan tanggung jawab

Satu lagi tipe bos yang tidak terduga, yakni bos yang semaunya sendiri melimpahkan kesalahan kepada anak buahnya. Bos seperti ini bisa jadi mudah lari ketika ada masalah.

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengajak bos duduk bersama dan membentuk sebuah tim yang kompak.

Sebenarnya masih banyak jenis pemimpin yang ada di perusahaan tempat kita bekerja. Namanya orang tentu macam-macam karakternya. Jadilah diri Anda sendiri, tetap berikan yang terbaik, dan fleksibel.

Cara menghadapi atasan yang tidak menyukai kita

Cara menghadapi atasan yang tidak menyukai kita

Berikut adalah tips mengatasi pemimpin yang bertindak sebagai bos. Agar bos Anda tak terasa menjengkelkan.

Identifikasi apa motivasi utamanya (Cara menangani atasan yang karakternya tak bagus alias Bossy)

Kenali dengan baik siapa atasan Anda, apa motivasinya, bagaimana kondisi dan latar belakangnya.

Dengan mengenalinya, Anda akan jauh lebih mudah menentukan sikap dan mencari tahu kenapa dia tidak menyukai Anda atau bertindak bossy kepada seluruh timnya.

Mulailah dari nol, kenali dia dengan lebih baik supaya Anda bisa melihat sesuatu dari sisi dia. Cari tahu apa sebenarnya yang menjadi concern atasan Anda terhadap pekerjaan.

Cari tahu:

  • Apa yang sangat dia pedulikan?
  • Apa yang dia sukai dan tidak disukai?
  • Apa yang mungkin bisa membuatnya tidak bisa tidur atau terjaga di malam hari?
  • Bagaimana dia mengukur kesuksesan?
  • Apa yang dia pikirkan tentang kegagalan?

Cari tahu sebanyak mungkin hal-hal detail tentang kepemimpinan dia, motivasi, dll. Supaya Anda bisa berbicara dengannya dan menyampaikan pendapat dengan lebih baik. Isi pendapat Anda dengan perhatian, nilai inti dan prioritasnya.

Dukung dia, bantu untuk mengatasi kelemahannya

Setelah mengetahui motivasi dan latar belakang atasan Anda dengan baik, pasti kelemahannya bukan rahasia lagi buat Anda, bukan?

Selanjutnya tugas Anda adalah membantu mereka untuk mencapai suksesnya.

Memang terdengar aneh berlaku baik pada atasan yang kurang baik sikapnya ke kita. Tapi poinnya adalah:

Anda tidak akan mendapatkan apa-apa jika membuat pemimpin Anda terlihat buruk di mata orang lain. Membuka aib pimpinan juga bisa membuat Anda sengsara sendiri. Terlebih bisa merusak reputasi sendiri.

Maka lakukanlah sebaliknya, yaitu membantu pemimpin Anda untuk fokus pada hal positif yang bisa menjadi andalannya untuk menggapai kesuksesan.

Atau Anda bisa membantunya secara bertahap dengan cara mengatasi kelemahannya. Misalnya:

  • Jika pemimpin Anda bukanlah orang yang terorganisir, maka bantu dia untuk memperbaiki diri dalam hal mengelola organisasi. Semangati dan berikan feedback positif jika dia sudah mencoba untuk berubah.
  • Jika pemimpin Anda adalah orang yang sering berubah pikiran. Jadilah bawahan yang lebih aktif mendokumentasikan apa saja yang dia katakan. Misalnya dengan merekam pembicaraan dan menunjukkannya saat dia mulai melenceng dari rencana awal atau yang lain.

Jadikan diri Anda sebagai aset berharga yang dimiliki oleh pimpinan Anda saat ini.

Fokus pada kemampuan terbaik dan tujuan Anda / jangan sampai pekerjaan Anda terganggu

Jangan sibuk memikirkan pemimpin yang bossy. Dia suka begini atau suka begitu. Ini justru akan membuat Anda makin malas, tidak senang berada di kantor, tidak nyaman, dan efek buruknya adalah karir Anda menjadi kurang berkembang.

Dari pada sibuk berpikir tentang keburukan si bos. Mending fokus pada apa yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki keadaan. Untuk membuat lingkungan kerja menjadi lebih baik dan bisa kondusif untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.

Ingat terus tujuan besar Anda bekerja. Motivasi besar yang bisa menguatkan Anda setiap saat. Fokuslah pada performa terbaik Anda.

Pada saat kita sedang diuji dengan bos yang menjengkelkan, rasa ingin keluar dari pekerjaan itu memang mudah sekali timbul. Tapi ingat, resign bukanlah jalan keluar terbaik. Ini justru bisa merusak integritas pribadi Anda, lho!

Berikut adalah beberapa contohnya:

Jika pemimpin Anda suka marah-marah tidak jelas, maka jangan balas berteriak. Sebaliknya, bersikaplah seperti seorang pemimpin selayaknya apa yang Anda inginkan dalam diri bos Anda.

Jika Anda membayangkan seorang bos yang tenang dan bijak, maka bersikaplah demikian saat bos Anda marah dan berteriak tidak jelas.

Berbicara dan beri waktu untuk respon

Cobalah untuk berbicara dari hati ke hati ke bos Anda. Beranilah untuk berbicara kepada bos Anda dan mulailah untuk menceritakan dengan sebaik mungkin apa yang menjadi keluhan Anda.

Tunggu respon dari bos Anda, beri dia waktu. Siapa tahu dengan berbicara secara langsung, tidak menyimpannya sendiri. Akan ada solusi dari masalah yang selama ini menjadi perang dingin bagi lingkungan kerja Anda.

Sebab biasanya, bos yang buruk tak hanya buat Anda, tapi juga teman sekantor yang sama-sama jadi bawahan.

Kalaupun itu tidak mengubah apa-apa, atau bos Anda tidak merubah sikapnya sama sekali. Paling tidak Anda sudah pernah menyampaikan dengan berani. Ini adalah hal positif yang perlu diapresiasi.

Jadi, apakah perlu meluapkan kata sindiran buat bos pelit dan tidak adil?

Menurut saya pribadi, tak perlu kita menggunakan kata sindiran pada bos yang suka pilih kasih ataupun kata sindiran untuk pemimpin yang tidak adil atau pelit.

Untuk bekerja secara profesional kita harus open minded. Akan sangat baik jika semua diomongkan dengan jantan, secara dewasa. Jadilah pribadi yang melakukan cara menyelesaikan masalah dengan terbuka, dengan cara yang baik.

Dengan begini, titik temunya bisa kita temukan bersama. Dengan bicara dari hati ke hati.

Apa yang dia suka? Beradaptasilah

Ketahui apa yang dia suka. Dan beradaptasilah dengan kesukaan itu. Cara baik untuk bisa kenal lebih dekat dengan bos Anda adalah dengan tahu apa yang dia sukai.

Jangan terintimidasi, dia tidak menguasai segalanya

Bagaimana pun bos Anda adalah manusia biasa. Jangan karena dia bossy dan seolah tahu segala sesuatu, lantas Anda terintimidasi.

Anda harus tetap berdiri kuat, kokoh, dan tidak goyah.

Biasanya, ini terjadi pada seorang atasan yang suka mengkritik, mengoreksi ini dan itu dari para bawahannya.

Sementara bawahannya menjadi bulan-bulanan karena dikritik habis-habisan tanpa memberikan solusi.

Bagaimanapun kondisinya, ingat bahwa tak ada manusia yang sempurna. Pasti ada sedikit celah yang ada dalam kritik yang disampaikan. Jadi, tetaplah bagus.

Ambil positifnya, ambil kritik yang membangun. Jangan buat kritik itu sebagai sesuatu yang berat. Yang lantas membuat Anda kurang percaya diri. Tetaplah berdiri kokoh dan terus isi diri Anda dengan pengetahuan dan kemampuan terbaik untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.

Antisipasi – satu langkah di depan

Hindari permintaan bos yang aneh-aneh atau banyak kritikan dengan mengetahui apa yang dia inginkan. Kemudian menyiapkannya selangkah lebih baik. Antisipasi apa yang akan menjadi kritik dari mereka.

Dengan seiring berjalannya waktu Anda akan terbiasa, dan pada kelanjutannya akan menjadikan kemampuan Anda menjadi lebih baik lagi.

Proaktif: riset dulu sebelum melakukan sesuatu

Kita memang tidak bisa merubah manusia, tetapi kita bisa berusaha sebaik mungkin untuk bertindak positif supaya energi positifnya bisa nular.

Namun, jika Anda sudah merasa melakukan semua hal dan itu tidak mengubah apapun. Lantas sudah tidak betah dan memutuskan untuk pindah kerja atau pindah ke bagian lain. Maka lakukanlah riset dengan sebaik mungkin.

Buat network yang baik di lingkungan kerja. Network bisa membuat Anda mendapatkan informasi yang lebih cepat dan up to date. Kalau ada yang informasi yang masuk, pastikan informasi ini detail. Jangan hanya setengah-setengah.

Ketahui dulu bagaimana suasana di lingkungan kerja yang baru. Bagaimana tim kerja yang ada di sana, siapa bos dan bagaimana orangnya.

Jangan mengulang kesalahan kalau Anda tidak mau hal yang sama terulang kembali. Gonta-ganti pekerjaan itu juga melelahkan, lho!

Cara-cara di atas juga bisa digunakan sebagai cara menghadapi atasan yang pilih kasih dan cara menghadapi atasan yang tidak menyukai kita

Cara mengatasi bawahan yang tidak menghargai atasan

Cara mengatasi bawahan yang tidak menghargai atasan

Lingkungan kerja yang baik bisa tercipta jika ada kerja sama yang baik antara atasan dan bawahan. Bisa kompak semuanya.

Pekerjaan pun bisa lebih mudah dikerjakan dan tidak terasa berat jika dikerjakan bersama secara kompak dan saling dukung.

Salah satu ganjalan atau masalah manajerial yang mungkin muncul adalah adanya bawahan yang tidak menghargai atasan. Berikut adalah beberapa alasan kenapa hal tersebut bisa terjadi:

  1. Atasan mengekang bawahan, tidak membiarkannya menunjukkan skill atau keahlian dengan baik.
  2. Si bos menghindari konflik dengan segala cara.
  3. Si bos tidak menghargai bawahannya. Atau menghargai, tapi bos kurang menunjukkannya.
  4. Si bos yang kurang bisa diandalkan, tidak mensupport dengan baik saat dibutuhkan.
  5. Tidak adanya rasa hormat kepada bawahan.
  6. Karena pemimpin suka melimpahkan kesalahan ke orang lain.
  7. Bos yang tidak sadar diri dengan kemampuan dan keahlian yang mereka miliki.
  8. Atasan yang tidak peduli dengan kehidupan pribadi bawahannya. Tidak dekat secara emosional.
  9. Bos yang tidak menyenangkan.
  10. Seorang bos yang tidak bisa menjadi komunikator yang baik

Ada banyak alasan kenapa bos tidak disukai oleh bawahannya sehingga tidak mendapatkan rasa hormat dan respect. Namun, ada beberapa cara mengatasi bawahan yang tidak menghargai atasan. Berikut di antaranya:

Jadilah seorang komunikator yang baik

Sudah terlihat di atas bahwa salah satu alasan tidak dihargainya seorang bos adalah karena komunikasi yang buruk. Seorang yang komunikasinya baik tahu bahwa komunikasi harus terjadi dua arah.

Jadi, bos harus mau berkomunikasi dengan baik dengan bawahannya. Berbicara dan mendengarkan mereka ketika dibutuhkan.

Saat mereka membutuhkan support ya harus diberi dukungan. Saat mereka memberikan masukan atas beberapa pekerjaan, Anda mendengarkan dan menimbang, lalu memberikan keputusan. Mengimplementasikan masukan yang mereka berikan juga bisa jadi sebuah wujud apresiasi terhadap pekerjaan mereka, lho!

Kemukakan rencana dan visi

Anda adalah seorang pemimpin. Mau dibawa kemana tim Anda adalah tergantung pada rencana dan visi yang Anda buat. Jadi kemukakan itu kepada para bawahan dengan baik. Dan dengarkan mereka jika ada masukan atau kritik yang menurut mereka perlu diutarakan.

Jangan buat mereka terintimidasi dengan visi dan rencana Anda, seolah semuanya harus terjadi sesuai rencana Anda. Biarkan mereka ikut menjadi bagian dari rencana dan visi. Jadi rencana yang dibuat adalah rencana tim. Kemudian dikerjakan oleh satu tim.

Jangan buat bawahan menjadi takut mengutarakan pendapat karena Anda yang suka mengintimidasi.

Percaya pada tim

Cara mengatasi bawahan yang tidak menghargai atasan selanjutnya adalah dengan mempercayai tim dengan baik. Berikan mereka target dan tugas. Percaya pada mereka.

Beritahu mereka apa yang harus dikerjakan. Jangan terlalu mengekang kemampuan mereka dengan memberitahu bagaimana melakukannya. Percayalah mereka mempunyai kemampuan yang bagus untuk menyelesaikan masalah.

Jika mereka bisa memberikan performa yang baik, hargai, beri pujian, dan semangat untuk mempertahankannya.

Jika sebaliknya, jangan lantas memarahi mereka. Tanyakan kenapa demikian, apakah dia punya rencana untuk menyelesaikan hal tersebut. Apa rencana mereka ke depan untuk mendapatkan target yang diberikan. Beri masukan jika memang perlu. Dukung yang mereka butuhkan.

Tunjukkan rasa hormat

Untuk dihormati oleh mereka, Anda perlu memberikan dan menunjukkan rasa hormat yang tulus kepada mereka.

Jadilah seorang pemimpin yang disegani, bukan pemimpin yang ditakuti. Dapatkan loyalitas mereka dengan hati, bukan dengan kekerasan atau power Anda sebagai pemimpin.

Hormati mereka sebagai manusia yang sama-sama mencari nafkah buat keluarga di rumah. Meski jabatan atau posisi di kantor berbeda, itu tak membuat hak asasi sebagai manusia berbeda pula.

Bagaimana cara menjadi orang pintar berbicara

Salah satu cara mengatasi bawahan yang tidak menghargai atasan adalah dengan menjadi pembicara atau komunikator yang baik. Salah satu cara supaya bisa menjadi komunikator yang baik adalah pandai menjadi speaker.

Berikut adalah beberapa cara menjadi orang pintar berbicara di hadapan banyak orang dan omongan kita didengarkan:

Ingat konsepnya bukan isinya

Ketika Anda ingin berbicara dengan anak buah mengenai suatu hal, jangan ingat isinya secara menyeluruh. Ingatlah apa konsep yang ingin Anda ceritakan. Konsep apa yang ingin Anda kemukakan. Gunakan bahasa sendiri untuk mengembangkan konsep tersebut.

Audio dan visual

Agar dapat menarik orang menonton dan memperhatikan Anda, buatlah sebuah suguhan yang akan menarik mereka secara audio dan visual.

Anda bisa mulai dengan quote-quote menarik dan sesuai dengan apa yang akan Anda utarakan. Dengan tujuan untuk menarik perhatian mereka lewat audio.

Anda harus berpenampilan rapi, berbicara dengan gerakan yang sesuai. Siapkan power point yang menarik jika memang perlu presentasi menggunakannya. Tambahkan film pendek atau animasi yang menarik supaya anak buah tidak jenuh.

Ajak ngobrol secara personal sebelum memulainya

Jadi sebelum Anda mulai meeting bersama dengan semua anggota, coba ajak ngobrol ringan mereka. Obrolan ringan tapi berisi.

Ini akan membuat bounding tersendiri buat Anda dan mereka, lho. Sehingga cara menjadi orang pintar berbicara di depan umum bisa dikuasai dengan baik.

Ubah mindset untuk menghilangkan rasa grogi

Rasa grogi bisa membuat konsep yang Anda siapkan dan kuasai jadi buyar. Untuk itu, hilangkan rasa grogi dari dalam diri Anda dengan mengubah mindset.

Alih-alih untuk tampil baik buat diri sendiri dengan segala konsep yang ada, ingat bahwa bawahan Anda sedang butuh Anda kasih tahu sebuah konsep tertentu. Mereka butuh Anda untuk mengetahui visi dan rencana apa yang akan dilakukan.

Interaksi dan feedback

Ketika sedang berkomunikasi, jadikanlah itu komunikasi dua arah. Biarkan mereka berinteraksi dengan Anda dan dengarkan feedback dari mereka mengenai apa yang Anda sampaikan.

Anda pun akan memberikan feedback dari apa yang mereka sampaikan nantinya.

Cara berbicara yang baik dan sopan: banyak membaca dan mengalami

Agar bisa menjadi lebih mampu dan mahir dalam berbicara di muka umum, cara menjadi orang pintar berbicara berikutnya adalah memperluas wawasan dan pengalaman.

Anda harus banyak berlatih dan menambah pengalaman. Mendengarkan dari banyak orang tentang pengalaman mereka dan meresapinya untuk diambil hikmahnya buat tim.

Anda juga harus banyak membaca untuk memastikan bahwa apa yang Anda sampaikan berbobot dan tak mencla-mencle. Ini juga akan membuat Anda menjadi orang yang tak hanya pintar berbicara, tetapi juga menjadi terlihat pintar saat berbicara.

Orang akan menunggu apa yang Anda sampaikan jika sudah ada pada titik ini.

Anda akan terbiasa melakukan cara berbicara yang baik dan sopan kepada anak buah jika sudah terbiasa berbicara sopan di dalam keseharian Anda.

Sebaliknya, jika dalam keseharian Anda, Anda sering menggunakan kata kasar, marah tidak jelas, maka mungkin Anda butuh lebih mengatur diri dan ucapan dengan cara menahan diri.

Cara menghadapi rekan kerja yang ingin menjatuhkan kita

Lingkungan kerja yang sehat itu tak melulu soal atasan dan bawahan. Tetapi juga tentang teman seperjuangan. Kadang kita harus diuji dengan teman yang bossy, ingin menjatuhkan, dsb.

Jika ini terjadi, Anda sebenarnya bisa menggunakan cara di atas untuk menanganinya. Atau karena ini sesama pekerja atau bawahan, Anda bisa melakukan cara berikut:

Tetap tenang dan fokus – cara meredam emosi / cara mengontrol emosi secara sederhana

Fokus pada apa yang bisa Anda kerjakan. Tetap tenang dan jangan terpancing emosi. Kalau sudah keburu emosi, cepat lakukan cara meredam emosi / cara mengontrol emosi yang paling dasar. Yaitu tarik nafas yang dalam dan perlahan kemudian hembuskan. Berwudlu dan berdoalah.

Langsung bilang kepada dia dengan baik

Katakan dengan cara yang profesional. Bicaralah dengan baik dan sopan padanya.

Jangan dibuat sebagai masalah pribadi atau personal

Jangan terlalu menganggap serius dan memasukkan masalah Anda dengan pekerja lain dalam ranah personal. Kadang mereka ingin menjatuhkan orang lain karena merasa kalah, tidak punya kemampuan lebih.

Maka dari itu, fokuslah pada kemampuan terbaik Anda dan jangan buat masalah pekerjaan ini menjadi masalah pribadi antara kalian.

Cuek

Terkadang, cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan cuek saja dengan apa yang akan mereka lakukan. Tetap jadi diri sendiri dan terus tempa diri Anda ke hal-hal positif yang lebih baik lagi.

Jadilah contoh

Jika orang lain memberikan hal negatif pada Anda, balaslah dengan melakukan hal baik. Jadilah contoh untuk orang di sekitar Anda.

Lakukan ini dengan tulus. Jangan berharap mereka akan berubah. Tapi tetap saja lakukan yang baik karena itu memang tugas kita sebagai manusia. Kalau mereka berubah baik itu adalah bonus yang diberikan oleh Tuhan.

Doa meluluhkan hati bos dan bawahan

Doa meluluhkan hati bos dan bawahan

Sebagai penutup tips dan cara menghadapi atasan yang tidak menyukai kita (termasuk juga bawahan atau rekan kerja), sekali lagi, kita harus ingat bahwa diri ini bukanlah Tuhan yang bisa mengubah manusia dengan mudah. Adalah Tuhan yang memiliki kuasa untuk membolak-balikkan hati manusia. Maka perlu sekali untuk berdoa agar hati bos dan/atau bawahan kita lunak dan bisa berubah.

Tata cara memanjatkan doa meluluhkan hati bos dan bawahan kita sebenarnya juga mudah simpel saja.

  • Pertama, buka doa dengan puji-pujian kepada Allah SWT atas segala nikmat dan berilah salam kepada Rasulullah.
  • Kedua, isi doa dengan menyebut nama bos / rekan / bawahan agar semoga hatinya tenang dan urusannya lancar. Supaya bisa maksimal dan berlaku adil dalam memimpin atau berada di tim. Tidak pilih kasih. Tidak galak alias tetap lembut kepada kita.
  • Ketiga, tutup doa dengan permohonan kepada Allah semoga Allah mengabulkan permintaan tersebut dan ucapkan syukur kepada Allah serta salam kepada Rasulullah sekali lagi.

Ingat ya, ini bukan pelet atau ajian-ajian welas asih yang bisa melanggar ritual agama.

Ini adalah doa seperti doa umumnya yang akan lebih bagus dipanjatkan setelah sholat atau setelah mengaji Quran atau sebelum mulai bekerja. Dipanjatkan dengan niat semoga terkabul/tidak terkabulnya doa tersebut, keimanan kita tetap bertambah.

Semuanya kita serahkan kembali kepada Allah.

Jangan terlalu ambisius tetap kalem dan berpikir positif.

Doa-doa ini juga berlaku untuk semua teman di kantor Anda. Seperti doa agar disayang atasan dan teman, doa agar atasan tunduk, dlsb.

Hindayani, S.Si.

Hindayani, S.Si.

Biasa dipanggil Kak Hinda. Lulus dari Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan predikat cumlaude. Suka membaca, menulis, dan berbagi ilmu.

Artikel ini telah diperbarui pada 6 September 2019.

Kalau mau mengutip, pakai format ini ya:

Hindayani. 2019. Cara Menghadapi Atasan dan Bawahan Yang Tidak Menyukai Kita. https://hindayani.com/cara-menghadapi-atasan/ diakses pada (tanggal akses).

Kalau ada pertanyaan, Isi komentarnya di bawah ya!

avatar